bertemankan malam
bila terasa terasing
bila terasa di sisihkan
bila seruling sepi
mulai meniup resah
menghambat perginya damai
nyanyian sukma mula mengalun
menghitung
dairy-dairy kelmarin
mekarnya senyuman
yang menguntum
cuma seketika
setiapkali kebahgiaan itu mendatang
perpisahan bagai mencemburui
mencantas pedih
luka
sekali lagi
bertafakur
mengenang diri
bagai tak di hargai
di kali ini
bisakah ber sayonara
kerana tidak sanggup menerima reality
mimpi2 ini
memang sekadar mainan tidur semata
ku ingin bermohon pergi lagi
dalam diam
bisakah
jangan menyusuliku lagi,,
nanti,,,,,

No comments:
Post a Comment