Thursday, 27 October 2011
DAIRY 27102011
berdesir angin nan lalu
bernarian sang nostaljia kelmarin
bebayang nya terhimbau
dek pancaran cahaya
senja nan bening
mendakap kisah-kisah itu
meski tersimpan berbagai rasa
rasanya nokhtah-nokhtah itu
biar kan terhenti selamanya
biar pengharapan menerjah
hasrat itu biar lah terbenteng
kerana bertakhta
di singgahsana yang salah
berlalulah sang bayu
mengorak menuju destinasi mu
usah melorek menjadi
reranting yang becabang-cabang
kerana cabang itu banyak haluan
nanti langkahan itu tersadung lagi
nanti kan tersungkur rebah
kerana tersalah pilihan
jangan nanti ada sesalan
di penghujung perjalanan
dan bebayang itu biar kan
terus samar-samar di pandangan
perlahan-lahan berlalu tanpa kesan
semuga sebuah harapan tertunai
serta ilusi itu cukup lah
sekadar mimpi-mimpi
mainan tidur semata,,
Friday, 21 October 2011
KEMAAFAN
Kemaafan itu dendam yg terindah...
Kemaafan itu pahit walaupun mudah...
Kemaafan itu sesuatu yg parah...
Kemaafan itu terlalu megah...
Tetapi...
Keampunan itu lebih mulia...
Keampunan itu lebih bahagia...
Keampunan itu boleh merungkai segala derita...
Keampunan itu punya kuasa...
Kerana...
Kemaafan dan keampunan mmg lawannya...
Kemaafan dan keampunan mmg serasi bersama...
Jadi....
Maafkan diriku Sayangku...
Maafkan diriku Sahabatku...
Walaupun pahit untuk ditelan...
Namun TERLALU INDAH UNTUK DISIMPAN...
Sebagai penawar disetiap keresahan.... ♥ ♥ ♥
Kemaafan itu pahit walaupun mudah...
Kemaafan itu sesuatu yg parah...
Kemaafan itu terlalu megah...
Monday, 17 October 2011
Tinta 17102011
malam kan silih datang berganti
jika diri masih terdampar lagi
menghuni menghitung gelap malam
hitung lah malam-malam yang berlalu
masih ada kah sisa-sisa keazaman
yang tertanam
masih ada kah impian
yang masih belum tergapai
dan malam kali ini
bisakah diri bertafakkur
menghitung munajat kehadrat Ilahi
malam-malam seterusnya
lagkahi lah mencari detinasi
yang bisa berpijak penuh nyata
rongkai kan saja belenggu
yang merantai segenap jiwa
bebaskan ia biar tehimbau
jauh dari kemelut kehidupan
muga semangat menjadi kental kembali
Saturday, 15 October 2011
NIEA'S 15102011
telah berlalu saat itu
rasanya biar kan ia terus pergi
tak perlu berpaling lagi
sudah jenuh tersungkur di perjalanan
sudah sering terluka kesakitan
perit hanya diri yang rasa je merasai nye
keperitan itu mencengkam
dan kali ini pengunduran ini
tak kan berpaling lagi
maaf,maaf dan maaf
seribu kemaafan terpintakan
kira terluka maaf sekali lagi
mwski perit menghuni di hati
sama2 lah menelannya nanti
kerana inilah nokhtah nya
sebuah persinggahan yg tak terundang
ku bermohon ,,,
'SAYONARA"
rasanya biar kan ia terus pergi
tak perlu berpaling lagi
sudah jenuh tersungkur di perjalanan
sudah sering terluka kesakitan
perit hanya diri yang rasa je merasai nye
keperitan itu mencengkam
dan kali ini pengunduran ini
tak kan berpaling lagi
maaf,maaf dan maaf
seribu kemaafan terpintakan
kira terluka maaf sekali lagi
mwski perit menghuni di hati
sama2 lah menelannya nanti
kerana inilah nokhtah nya
sebuah persinggahan yg tak terundang
ku bermohon ,,,
'SAYONARA"
Sunday, 9 October 2011
Dairy 11102011
mungkin selamanya begini
persis menghitung musim
pernah berhenti mengharap
dan bila semangat dah mulai utuh
sedang rindu sedang di bendungi
bila pegharapan pun terhenti
semalam bila jendela terkuak
rindu itu menyapa
berbunga rasa
syahdunya membuai jiwa
namun boleh kah bermimpi lagi
bila kelmarin
perasaan berbunga hambar
biarlah masa berlayar pergi
membawa sekeping hati yang punah
TINTA NIEA'S

kadang-kadang masa bagai mencemburuiku saja,
situasi juga turut berperanan menghalangi,,
sentuhan rasa ini terhenti,
adakalanya minda turut terhenti,
untuk membuah kan bicara ,
sebuah lukisan rasa,
meski di kanvas kehidupan,
tercorak bebagai warna,
tercalari berbagai rasa,
dan tika ini,
meski kuntum-kuntum senyuman,
sedikit berbauran,
masa harus merelakan titian jiwa,
bernarian mengikut rentak kondisi,
hari-hari yang biasa semakin sumbang,
langkahan semakin terawangan,
cuma kekuatan perlu berkiblatkan keazaman,
meski punah meresapi,
meracuni perasaan,
acapkali jatuh,
dan diri sendirian bangun,
mengikis impian,
yang sarat dengan kepalsuan,,,
ternyata berat nya bebanan yang tergalas,
mungkin lebih baik berhenti,
dari menjejaki,
jalan-jalan yang penuh,
pesona yang kosong,
biar kali ini tidak tersesat lagi,
mengharap dalam kegelapan,
DAIRY 09102011

Kapan-kapan dalam kebingungan,
hmmm situasi terasa begitu terasing ,
mungkin keadaan yang tak seperti selalunya,
kenapa ya harus tak seperti biasa-biasanya,
walau apa pun perubahan nya,
persediaan harus dengan rela,
setiap sesuatu tidak terjangka kan,
namun persinggahan kali ini,
perlukah penuh rahsia,
perlukah penuh rahsia,
rsanya bagai terbelenggu,
jika terus menutupi,
jika terus menutupi,
realitinya kebenaran tak perlu berselindung,
kali ini biar lah,
diri muncul meski disebalik awanan,,
diri muncul meski disebalik awanan,,
Saturday, 8 October 2011
DAIRY 08102011
Untuk sesekian kali nya ku hadir di sini
at my room berbicara tentang naluri
berbicara tentang rasa yang menghuni
di setiap penjuru rasa,,,mungkin udah
kehilangan kata bicara tapi jemari tetap
bernarian mengungkap kan bait demi bait
yang terpendam,,sukarnya nak meluahkan
hmmm,,tapi,,hati tetap meronta-ronta,,,,,
menjerit-jerit supaya terluahkan semua nya,
Lihatlah pada kesendirian ini mencari titik
damai yang hilang,bak gelora yang sedang
menghempas di lautan,begitu juga perasaan
ini,segalanya cemas tak menentu,,namun,,,
masih waras menghitung realiti,,kehidupan
ini berlandas kan kewajaran,,segala ketentuan
pasti ada musabab nya,,perlu aku redha,,dan redha
membuka seluas-luasnya minda,uijian Ilahi pasti,,
kuharap,aku bermohon,lagi dan lagi,,muga Allah
masih mengasihi ku,menyayangiku,membimbingku
mencari rahmat2 Mu Ilahi,di kehidupan ini,,
at my room berbicara tentang naluri
berbicara tentang rasa yang menghuni
di setiap penjuru rasa,,,mungkin udah
kehilangan kata bicara tapi jemari tetap
bernarian mengungkap kan bait demi bait
yang terpendam,,sukarnya nak meluahkan
hmmm,,tapi,,hati tetap meronta-ronta,,,,,
menjerit-jerit supaya terluahkan semua nya,
Lihatlah pada kesendirian ini mencari titik
damai yang hilang,bak gelora yang sedang
menghempas di lautan,begitu juga perasaan
ini,segalanya cemas tak menentu,,namun,,,
masih waras menghitung realiti,,kehidupan
ini berlandas kan kewajaran,,segala ketentuan
pasti ada musabab nya,,perlu aku redha,,dan redha
membuka seluas-luasnya minda,uijian Ilahi pasti,,
kuharap,aku bermohon,lagi dan lagi,,muga Allah
masih mengasihi ku,menyayangiku,membimbingku
mencari rahmat2 Mu Ilahi,di kehidupan ini,,
Subscribe to:
Posts (Atom)



